Halaman

Rabu, 06 Juni 2012

MAKALAH "INTERAKSI GEN"


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Hukum Mendel II menyatakan adanya pengelompokkan gen secara bebas. Seperti telah diketahui, persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda ( monohibrid) akan menghasilkan rasio genotipe 1:2:1 dan rasio fenotipe 3:1. Sementara itu, persilangan dengan dua sifat beda ( dihibrid) menghasilkan rasio fenotipe 9:3:3:1, hanya berlaku apabila kedua pasang gen yang mewarisi kedua pasang sifat tersebut masing-masing terletak pada 2 kromosom yang berlainan, dan masing-masing mengekspresikan sifatnya sendiri. Beberapa cara penurunan tak mengikuti hukum ini, mengingat bahwa pengawasan suatu sifat kadang – kadang tidak dilakukan oleh suatu pasang gen saja, tetapi oleh dua pasang atau lebih gen yang mengadakan interaksi ( kerjasama ). Dan hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Pada 1906, W.Batenson dan R.C Punnet menemukan bahwa pada persilangan F2 dihasilkan rasio fenotipe 14 : 1 : 1 : 3. Mereka menyilangkan kacang kapri berbunga ungu yang serbuk sarinya lonjong dengan kacang kapri berbunga mearah yang serbuk sarinya
bundar. Rasio fenotipe dari keturunan ini menyimpang dari hukum mendel yang seharusnya pada keturunan kedua (F2), perbandingan fenotipenya 9 : 3 : 3 : 1.
Pada 1910, seorang sarjana Amerika yang bernama T.H Morgan dapat memecahkan misteri tersebut.Morgan menemukan bahwa kromosom mengandung banyak gen dan mekanisme pewarisannya menyimpang dari hukum Mendel. Hingga saat ini, telah diketahui bahwa lalat buah memiliki kira – kira 5000 gen,padahal lalat buah hanya memiliki 4 pasang kromosom saja. Sepasang di antaranya memiliki ukuran kecil sekali, menyerupai dua buah titik. Jadi, dalam sebuah kromosom tidak terdapat sebuah gen saja melainkan puluhan,bahkan ratusan gen.
Pada umumnya gen memiliki pekerjaan sendiri – sendiri untuk menumbuhkan
karakter, tetapi ada beberapa genyang berinteraksi atau menumbuhkan karakter. Gen tersebut mungkin terdapat pada kromosom yang sama atau pada kromosom yang berbeda. Interaksi antar gen akan menimbulkan perbandingan fenotipe keturunan yang menyimpang dari hukum Mendel, keadaan ini disebut penyimpangan hukum Mendel.
Menurut mendel, perbandingan fenotipe F2 pada persilangan dihibrid adalah 9 : 3 : 3 : 1. Apabila terjadi penyimpangan hukum Mendel, perbandingan fenotipe dapat menjadi 9 : 3 : 4, 9 : 7 atau 12 : 3 : 1. Perbandingan tersebut merupakan modifikasi dari 9 : 3 : 3 :1

B.     Perumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana proses terjadinya interaksi gen terhadap makhluk hidup?
2. Bagaimana ekspresi sifat dari gen – gen yang saling berinteraksi ?

C.    Tujuan
Ada pun tujuan dari isi makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui bagaimana interaksi gen dapat terjadi.
2. Mengetahui bagaimana ekspresi sifat dari gen – gen yang saling berinteraksi.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Interaksi Genetik
Selain terjadi interaksi antar alel, interaksi juga dapat terjadi secara genetik. Selain mengalami berbagai modifikasi rasio fenotipe karena adanya peristiwa aksi gen tertentu, terdapat pula penyimpangan semu terhadap hukum Mendel yang tidak melibatkan modifikasi rasio fenotipe, tetapi menimbulkan fenotipe-fenotipe yang merupakan hasil kerja sama atau interaksi dua pasang gen nonalelik. Peristiwa semacam ini dinamakan interaksi gen menurut ( Suryo: 2001). Peristiwa interaksi gen pertama kali dilaporkan oleh W. Bateson dan R.C.
Punnet setelah mereka mengamati pola pewarisan bentuk jengger ayam.
Menurut William D. Stansfield ( 1991 : 56 ) fenotipe adalah hasil produk gen yang dibawa untuk diekspresikan ke dalam lingkungan tertentu. Lingkungan ini tidak hanya meliputi berbagai faktor eksternal seperti: temperatur dan banyaknya suatu kualitas cahaya. Sedangkan faktor internalnya meliputi: Hormon dan enzim. Gen merinci struktur protein. Semua enzim yang diketahui adalah protein. Enzim melakukan fungsi katalis, yang menyebabkanpemecahan atau penggabungan berbagai molekul. Semua reaksi kimiawi yang terjadi di dalam sel merupakan persoalan metabolisma. Reaksi – reaksi ini merupakan reaksi pengubahan bertahap satu substansi menjadi substansi lain, setiap langkah ( tahap) diperantarai oleh suatu enzim spesifik. Semua langkah yang mengubah substansi pendahulu ( precursor ) menjadi produk akhir menyusun suatu jalur
biosintesis.Interaksi gen terjadi bila dua atau lebih gen mengekspresikan protein enzim yang mengkatalis langkah – langkah dalam suatu jalur bersama. Lihat Gambar 2.1 berikut:


       g1                         g2                         g3
                                              
                                        
P(prekursor)         A       e1             B           e2            e3       c(produk)
ket:
g: gen
e: protein enzim
Dalam jalur yang paling sederhana sekalipun biasanya diperlukan beberapa gen untuk merinci enzim yang terlibat. Setiap metabolit (A,B,C) dihasilkan oleh kerja katalis berbagai enzim (ex) yang menetukan oleh berbagai gen tipe normal (gx).
B.     Contoh Interaksi Gen
Peristiwa interaksi gen berupa Avatisme pertama  kali dilaporkan oleh W. Bateson dan R.C. Punnet setelah mereka mengamati pola pewarisan bentuk jengger ayam. Karakter jengger tidak hanya diatur oleh satu gen, tetapi oleh dua gen yang berinteraksi. Dalam hal ini terdapat empat macam bentuk jengger ayam yaitu mawar, kacang, walnut, dan tunggal, seperti gambar di bawah ini:

Single
Walnut
Rose
Pea

Gambar 2.2. Bentuk jengger ayam dari galur yang berbeda.

Persilangan ayam berjengger rose dengan ayam berjengger pea menghasilkan keturunan dengan bentuk jengger yang sama sekali berbeda dengan bentuk jengger kedua induknya. Ayam hibrid (hasil persilangan) ini memiliki jengger berbentuk walnut. Selanjutnya, apabila ayam berjengger walnut disilangkan dengan sesamanya, maka diperoleh generasi F2 dengan rasio fenotipe walnut : rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1.
Dari rasio fenotipe tersebut, terlihat adanya satu kelas fenotipe yang sebelumnya tidak pernah dijumpai, yaitu bentuk jengger tunggal. Munculnya fenotipe ini, dan juga fenotipe walnut, mengindikasikan adanya keterlibatan dua pasang gen nonalelik yang berinteraksi untuk menghasilkan suatu fenotipe. Kedua pasang gen tersebut masing-masing ditunjukkan oleh fenotipe rose dan fenotipe pea.
Apabila gen yang bertanggung jawab atas munculnya fenotipe rose adalah R, sedangkan gen untuk fenotipe pea adalah P, maka keempat macam fenotipe tersebut masing- masing dapat dituliskan sebagai R-pp untuk rose, rrP- untuk pea, R-P- untuk walnut, dan rrpp untuk single. Dengan demikian, diagram persilangan untuk pewarisan jengger ayam dapat dijelaskan seperti gambar 2.3berikut:
Bagan Persilangan

Diagram Persilangan




Avatisme
 








Gambar 2.3. Diagaram  persilangan interaksi gen nonalelik

F2 : 9 R- P-     walnut                                    
       3 R-pp      mawar                                     walnut : rose : pea : single
9          : 3        : 3        : 1       
       3 rrP-        kacang
       1 rrpp        tunggal

Selain itu, biasanya kita beranggapan bahwa suatu sifat keturunan yang nampak pada suatu individu itu ditentukan oleh sebuah gen tunggal, misalnya bunga merah oleh gen R, bunga putih oleh gen r, buah bulat oleh gen B, buah oval (lonjong) oleh gen b, batang tinggi oleh gen T, batang pendek oleh gen t dll.
Akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mengetahui bahwa cara diwariskannya sifat keturunan tidak mungkin diterangkan dengan pedoman tersebut di atas, karena sulit sekali disesuaikan dengan hukum-hukum Mendel. Sebuah contoh klasik yang dapat dikemukakan di sini ialah hasil percobaan Wiliam Bateson dan R.C Punnet yang telah di bicarakan sebelumnya diatas. Mereka mengawinkan berbagai macam ayam negeri dengan memperhatikan bentuk jengger di atas kepala. Ayam Wyandotte mempunyai jenger tipe mawar (“rose“), sedang ayam Brahma berjengger tipe ercis(“pea“). Pada waktu dikawinkan ayam berjengger rose didapatkan ayam-ayam F1 yang kesemuanya mempunyai jengger bersifatwalnut (“walnut“= nama semacam buah). Mula- mula dikira bahwa jengger tipe walnut ini intermedier. Tetapi yang mengherankan ialah bahwa pada waktu ayam-ayam walnut itu dibiarkan kawin sesamanya dan dihasilkan banyak ayam-ayam F2 maka perbandingan 9:3:3:1 nampak dalam keturunan ini. Kira-kira 9/16 bagian dari ayam-ayam F2 ini berjengger walnut. 3/16 mawar, 3/16 ercis dan 1/16 tunggal (single).
Fenotip jengger yang baru ini disebabkan karena adanya interaksi (saling pengaruh) antara gen-gen. Adanya 16 kombinasi dalam F2 memberikan petunjuk bahwa ada 2 pasang alel yang berbeda ikut menentukan bentuk dari jengger ayam. Sepasang gen menentukan tipe jengger mawar dan sepasang gen lainnya untuk tipe jengger ercis. Sebuah gen untuk rose dan sebuh gen untuk pea mengadakan interaksi menghasilkan jengger walnut, seperti terlihat pada ayam-ayam F1. Jengger rose ditentukan oleh gen dominan R (berasal dari “rose”), jengger pea oleh gen dominan P (berasal dari “pea”). Karena itu ayam berjengger mawar homozigot mempunyai genotip RRpp, sedangkan ayam berjengger ercis homozigot mempunyai genotip rrPP. Perkawinan dua ekor ayam ini menghasilkan F1 yang berjengger walnut (bergenotip RrPp) dan F2 memperlihatkan perbandingan fenotip 9:3:3:1. Gen R dan gen P adalah bukan alel, tetapi masing-masing dominan terhadap alelnya (R dominan terhadap r, P dominan terhadap p). Sebuah atau sepasang gen yang menutupi (mengalahkan) ekspresi gen lain yang bukan alelnya dinamakan gen yang epistasis. Gen yang dikalahkan ini tadi dinamakan gen yang hipostasis. Peristiwanya disebut epistasi dan hipostasi.







BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Persilangan dengan dua sifat beda ( dihibrid) menghasilkan rasio fenotipe 9:3:3:1, hanya berlaku apabila kedua pasang gen yang mewarisi kedua pasang sifat tersebut masing- masing terletak pada 2 kromosom yang berlainan, dan masing-masing mengekspresikan sifatnya sendiri, beberapa cara penurunan tak mengikuti hukum ini, mengingat bahwa pengawasan suatu sifat kadang – kadang tidak dilakukan oleh suatu pasang gen saja, tetapi oleh dua pasang atau lebih gen yang mengadakan interaksi ( kerjasama ).Dan hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Interaksi gen ini terjadi karena adanya 2 pasang gen atau lebih saling mempengaruhi dalam memberikan fenotip pada suatu individu, terdapat pula penyimpangan semu terhadap hukum Mendel yang tidak melibatkan modifikasi rasio fenotipe, tetapi menimbulkan fenotipe-fenotipe yang merupakan hasil kerja sama atau interaksi dua pasang gen nonalelik. Interaksi gen terjadi bila dua atau lebih gen mengekspresikan protein enzim yang membawa sifat yang baru dari sifat induknya.
Contoh dari interaksi gen adalah Avatisme yang terjadi pada ayam berjengger rose yang dikawinkan dengan ayam yang berjengger pea, akan menghasilkan sifat baru yang tidak ada pada induknya, yaitu walnut : rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1.











Nama
Nim
Pertanyaan
Jawaban
1
Nur fadillah a.
1111040007
Berikan contoh interaksi gen!
Sapi berwarna kodominann disilangkan dengan sapi berwarna putih menghasilkan anak sapi  roan.
2
Muh. risal
1111040017
Apa yang dimaksud dengan gen dominan dan gen resesif dalam epistasis?
Gen dominan adalah gen yang lebih dominan atau yang lebih unggul yang dapat menutupi sifat dari gen lain yang resesif. Dan sebaliknya gen resesif adalah gen yang tertutupi oleh gen yang lebih dominan.
3
Sarnawiah
1111040019
Bagaimana pengaruh gen terhadap pertumuhan manusia?
Pengaruhnya sangat besar karena gen itu adalah merupakan pembawa sifat keturunan.di dalam gen terdapat perintah tentang bagaimana seharusnya keadaan seluruh sel-sel penyusun tubuh kita, jika gen-gen yang kita miliki baik maka pertumbuhan tubuh kita pun akan baik.
4
Fatimah ahmad
1111040021
Apakah persilangan antara 2 gen dapat menghasilkan sifat baru pada individu yang dihasilkan ataukah hanya sifat dari gen tersebut yang diturunkan?
Persilangan yang terjadi pada 2 gen bisa menghasilkan munculnya sifat baru, jika salah satu atau kedua gen itu bersifat career.
5
Frila reskiany
11110400
Mengapa diperlukan beberapa gen untuk merinci enzim yang terlibat dalam interaksi gen?
karena gen inilah yang mengekspresikan enzim yang mengkatalis atau mengubah substansi pendahulu(precursor) untuk menjadi produk yang pada akhirnya menyusun suatu jalur biosintesis.
6
Rahmawati djafar
1111040024
Berikan contoh lain interaksi gen selain yang anda jelaskan!
Persilangan pada bunga Linaria maroccana yang menghasilkan perbandingan fenotipe bunga ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4.
7
Rian rasmi pesona
111104030
Bagaimana pengaruh enzim dalam interaksi gen?

Enzim melakukan fungsi katalis, yang menyebabkan pemecahan atau penggabungan
berbagai molekul. Semua reaksi kimiawi yang terjadi di dalam sel merupakan persoalan metabolisma. Reaksi –reaksi ini merupakan reaksi pengubahan bertahap satu substansi menjadi substansi lain, setiap langkah (tahap) diperantarai oleh suatu enzim spesifik.
8
Iswan achlan setiawan
1111040040
Berdasarkan perkembangan zaman, sekarang ini gen itu bisa diubah dengan bantuan teknologi. Teknologi apa yang digunakan dalam hal itu ?
Teknologi x-ray.
9
Syahruddin
1111040044
Apa perbedaab fenotif dan genotif? Dan berikan contohnya!
Genotif adalah jenis gen yang mengendalikan fenotif. Misalnya rrpp. Fenotife adalah sifat yang tampak dari gen. Misalnya pada jenis pial ayam yaitu tunggal.
10
Rahmadani
1111040048
Apakah albino merupakan aplikasi dari penyimpangan semu hukum mendel?
Iya, albino termasuk karena hasil perbandingan fenotisnya tidak sama dengan perbandingan klasik hukum mendel. Albino itu perbandingannya; merah:merah muda:albino= 9:6:13.
11
Hasdar h.
1111040047
Apakah terjadi interaksi gen pada manusia?
Yah, interaksi gen juga terjadi pada manusia. Contohnya saja adanya albino


12
Andi mawaddah
1111040023
Sebutkan komponen-komponen gen dan fungsinya!
DNA (gen) terdiri dari 2 bagian utama, yaitu bagian exon dan bagian intron . Bagian exon akan diproses lebih lanjut melalui beberapa tahapan yang pada akhirnya akan mengkode suatu protein. Gen yang hanya memiliki bagian exon disebut cDNA. Bagian intron seringkali dihancurkan oleh enzim-enzim penghancur dalam sel. Selain exon dan intron, ada juga istilah UTR (untranslated region) yaitu bagian yang terletak sebelum kodon pemula (start codon, ATG) dan setelah kodon terminal (stop codon, TGA/TAG/TAA).  Daerah yang terletak sebelum start codon disebut frame 5′-UTR, sedangkan yang terletak setelah stop codon disebut 3′-UTR. Juga ada istilah promoter gen, yaitu bagian gen yang terletak sebelum frame 5′-UTR yang pada umumnya memiliki urutan TATA (sering disebut TATA box), dan memiliki ukuran lebih dari 2 ribu pasang basa (base-pair).
13
Alfian bakri
1111040055
Penerapan ilmu matematika apa yang terdapat pada interaksi gen?
Penerapan rasio atau perbandingan.
14
Andi tasnima
1111040056
apa yang disebabkan oleh adanya interaksi genetik?
interaksi genetik menyebab terjadinya atavisme, polimeri, kriptomeri, epistatis dan hipostatis, serta komplementer.
15

Pidya ayu wardana
1111040065
Apa yang dimaksud epistasis?
Epistasis adalah Interaksi beberapa gen, dimana gen yang bersifat menutup.

16
Wahyuni T.

1111040070

 Tolong jelaskan avatisme dalam tampilan slide anda!

pada slide kami ditampilkan interaksi gen yang menujukkan avatisme (muncul sifat baru yang tidak identik sama dengan induk). Seperti rp yang disilangkan dengan Rp menghasilkan Rrpp(rose).
17
Sri Muti Febrianti
1111040072
Jelaskan bagan yang terdapat pada slide interaksi gen anda!

Semua langkah yang mengubah substansi pendahlu ( precursor ) menjadi produk akhir yang menyusun suatu jalur biosintesis. Produk akhir ini dihasilkan dengan bantuan enzim.













DAFTAR PUSTAKA
Stansfield, D. William .1991.,G enetika . PT. Gelora Aksara Pratama , Erlangga.

Suryo . 1986 ., Genetika Manusia. Gadjahmada University Press ,Yogyakarta.

Tim Dosen Genetika Dasar . 2010 ., Genetika Dasar . Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNIMED ,Medan.

Anonymous., 2009. Variasi Genetik. http:// I:\blog-Variasi-dan-genetiks.php.htm. Diakses tanggal 27 Oktober 2010.

 Anonymous.2010.,G enetika.http://w ikip edia.co m/evo lus i. Diakses tanggal 27 Oktober 2010

Bojonegoro,Isharmanto.2010.,InteraksiGen.http://biologigonz.blogspot.com/2010/05.interaks i-gen .html. Diakses tanggal 27 Oktober 2010









Selasa, 05 Juni 2012

perkembangan mobil


PERKEMBANGAN MOBIL
 A. Periodisasi mobil dari masa kemasa
Mobil pertama dengan prinsip kendaraan bermotor berhasil ditemukan pada tahun 1769. Penemunya adalah Nicholas Joseph Cugnot (1725-1804), dengan mobil bermesin tenaga uap air. Kemudian teknologi mesin uap ini lebih banyak digunakan sebagai tenaga penggerak lokomotif kereta api. Seperti roda mobil, revolusi mesin penggerak kendaraan terus menggelinding. Setelah temuan mesin uap, kini giliran mesin dengan tenaga uap minyak bumi yang diterapakan untuk menggerakkan kendaraan.
Description: D:\gambar tahun 1769\fedfe.jpg
Description: D:\gambar tahun 1769\ghtrf.jpg
Kendaraan tenaga uap pertama dibuat pada akhir abad 18. Nicolas-Joseph Cugnot dengan sukses mendemonstrasikan kendaraan tersebut pada tahun 1769. Kendaraan pertama menggunakan tenaga mesin uap, mungkin peningkatan mesin uap yang paling dikenal, dikembangkan di Birmingham, Inggris oleh Lunar Society.
Pada tahun 1804, Kendaraan pertama yang menggunakan tenaga mesin uap dibuat pada akhir abad 18. Nicolas-Joseph Cugnot dengan sukses mendemonstrasikan kendaraan tersebut pada tahun 1769. Peningkatan mesin uap paling dikenal dikembangkan di Birmingham, Inggris oleh Lunar Society. Di Birmingham pun mobil tenaga bensin pertama kali dibuat di Britania pada tahun 1896 oleh Frederick William Lanchester. Paten mobil pertama di Amerika Serikat diberikan kepada Oliver Evans pada 1789. Pada tahun 1804 Evans mendemonstrasikan mobil pertamanya di AS, yang juga merupakan kendaraan amfibi pertama yang kendaraan tenaga-uapnya sanggup jalan di darat menggunakan roda dan di air menggunakan roda padel.
            Description: D:\gambar tahun 1769\1804.jpg
Tahun 1883, Benz membuka perusahaan baru yang memproduksi mesin-mesin industri. Dengan cepat perusahaan itu berkembang menjadi besar dan mulai memproduksi mesin berbahan bakar bensin. Kesuksesan perusahaannya memberikan kesempatan kepada Benz untuk mulai mewujudkan mimpinya, yaitu kereta tanpa kuda. Saat Motorwagen di buat dan di uji, banyak orang yang tertawa mengejek karena mobil pertama tersebut sering menabrak tembok karena sangat sulit untuk dikendalikan. Tetapi setelah Motorwagen disempurnakan dan mulai di ujikan di jalan raya, perhatian orang menjadi tertuju pada kereta tanpa kuda itu. Motorwagen menjadi cikal-bakal dari mobil modern yang kita kendarai sekarang.
Description: D:\gambar tahun 1769\motorwagen-benz-mobil-pertama.jpg
Description: D:\gambar tahun 1769\1883.jpg
Pada tahun 1889-1894, mesinnya digerakkan oleh uap minyak bumi. Sesuatu yang mustahil berhasil diwujudkan oleh Henry. Ia berhasil membuat mobil pertama dalam peradaban manusia, yang mesinnya digerakkan uap minyak bumi.
Description: http://iwandahnial.files.wordpress.com/2010/02/m-2.jpg?w=510&h=383
            Pada tahun 1920-an, Karl Benz membikin mobil beroda tiga, dengan tekun terus menyempurnakan mobilnya dan dalam beberapa tahun berhasil memasarkannya. Mobil Benz dapat melaju Tokoh Ilmuwan Penemu - http://www.tokoh-ilmuwan-penemu.com dalam kecepatan mesin di bawah 400 putaran per menit, ini sudah memadai untuk dianggap mobil praktis
Description: D:\gambar tahun 1769\1929.jpg 
Description: http://iwandahnial.files.wordpress.com/2010/02/m-8.jpg?w=510&h=383
Description: http://iwandahnial.files.wordpress.com/2010/02/m-9.jpg?w=510&h=383
Pada tahun 1930-an, pengemudian roda-depan diciptakan kembali oleh Andre Citron dalam peluncuran Traction Avant pada 1934, meskipun teknologi ini sudah muncul beberapa tahun sebelumnya dalam mobil yang dibuat oleh Alvis dan Cord, dan di dalam mobil balap oleh Miller.
Description: D:\gambar tahun 1769\1930.jpg
Description: http://iwandahnial.files.wordpress.com/2010/02/m-10.jpg?w=510&h=383 
Description: http://iwandahnial.files.wordpress.com/2010/02/m-11.jpg?w=510&h=383
            Pada tahun 1940-an,
Description: D:\gambar tahun 1769\1940an.JPG
Description: D:\gambar tahun 1769\1940.jpg

B. Teori Sains yang Digunakan
            Pada mobil terdapat banyak teori-teori sains yang digunakan, antara lain: Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu  motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus otto)
Perbedaan antara motor diesel dan motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar, pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena adanya loncatan api listrik yang dihasilkan oleh dua elektroda busi (spark plug), sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur nyala. Karena prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut spark ignition engine.
Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles), mesin diesel menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara disedot ke dalam ruang bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top Dead Center), bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nozzle supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemprotan bahan bakar kedalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada dinamakan injeksi tidak langsung (indirect injection)

Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat, mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung (connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi diubah menjadi tenaga putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen:
1.    Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.
2.    Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.

Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Beberapa mesin menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala (spark/glow plug) di dalam silinder untuk memanaskan ruang bakar sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas "resistive grid" dalam "intake manifold" untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai suhu operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan efektif memanaskan mesin.
Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan viscositas dan membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat mempengaruhi sistem bahan bakar dari tanki sampai nozzle, membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit. Cara umum yang dipakai adalah untuk memanaskan penyaring bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik.
Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang mengontrol suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu para putaran yang diinginkan. Apabila putaran mesin turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan akan menurun sehingga peralatan listrik tidak dapat berkerja sebagaimana mestinya, sedangkan apabila putaran mesin terlalu tinggi maka bisa mengakibatkan over voltage yang bisa merusak peralatan listrik. Mesin diesel modern menggunakan pengontrolan elektronik canggih mencapai tujuan ini melalui elektronik kontrol modul (ECM) atau elektronik kontrol unit (ECU) - yang merupakan "komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima sinyal kecepatan mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidrolik untuk mengatur kecepatan mesin.

C. Kontribusi Matematika pada Mobil
            Adapun kontribusi matematika pada penggunaan mobil adalah ketika kita ingin menentukan kecepatan mobil tersebut. Dengan mengetahui kecepatan, kita juga bisa mengetahui percepatannya dengan cara menurunkannya. Begitu juga sebaliknya, jika kita ingin mengetahui kecepatannya, maka percepatannya diintegralkan.
            Kontribusi lainnya adalah jika kita ingin mengetahu besarnya kalor yang masuk dalam suatu mesin, dibutuhkan persamaan fisika namun didalam pemanfaatanya dalam proses kerja mesin kalor di butuhkan persamaan matematika dalam menentukan proses-proses yang dilakukan mesin kalor.

D. Manfaat Mobil

Manfaat mobil untuk melancarkan aktifitas, memudahkan kita dalam bepergian jarak jauh. Selain itu saat ini mobil bukan hanya sebagai alat transportasi saja, tetapi sekarang mobil menjadi gaya hidup dan alat ukur status sosial dalam bermasyarakat. Mobil sangat membantu dalam menjalani kegiatan kehidupan sehari hari, contohnya di suatu pasar mobil berguna mengangkut barang dagangan dalam pendistribusian. Untuk memiliki sebuah mobil tidaklah mudah, maka dari itu mobil bisa menjadi alat ukur status sosial semakin bagus mobil atau saemakin banyak jumlah mobil yang dimiliki maka bisa diketahui harta kekayaan seseorang. 
Selain itu ada juga manfaat lainnya dari segi sosial dan kesenangan, menaikkan prestige pemiliknya dan sebagai ajang olahraga. Jika mempunyai keahlian khusus dalam menggunakan mobil, gunakan keahlian tersebut dengan baik contohnya menjadi pembalap, jika berprestasi dalam tingkat internasional maka kita dapat pahlawan dan mengharumkan nama bangsa di negeri orang.

E. Dampak Negatif Mobil

Dampak negative dari  penggunaan mobil adalah kita harus mengeluarkan uang untuk membeli bahan bakar, bahan bakar jika diambil terus menerus dari perut bumi maka minyak bumi akan habis di masa yang akan datang jika minyak bumi habis mau tidak mau kita kembali memakai kendaraan tanpa bahan bakar minyak atau pun kendaraan bertenaga surya. Selain itu, asap yang ditimbulkan menyebabkan polusi udara yang juga disebut rumah kaca yang membuat atmosfer di langit menjadi tipis sehingga tidak dapat menahan panas matahari sehingga menjadi pemanasan global yang membuat pendingin bumi yaitu kutub utara dan kutub selatan menipis yag dapat menjadi bencana dunia. Sinar UV yang harusnya memantulkan keluar lapisan atmosfer, tapi karena ada selimut panas malah terserap balik ke bumi karena polusi, maka bumi kita semakin panas.
Dari segi negatifnya kalau kita memilii keahlian tapi tidak digunakan dalam tempat yang benar maka akan mendatangkan kerugian bagi orang lain dan diri sendiri, contohnya balapan liar, selain mengganggu ketertiban, balapan liar juga membahayakan diri sendiri karena keamanan tidakterjamin. Sisi negatif mobil dari segi kegunaan mobil yaitu kita menjadi malas, membuat badan kita sedikit bergerak dan mudah sakit karena tidak berkeringat, kurangi pemkaian mobil dan sering-sering olahraga agar tidak mudah sakit.
Dari segi sosial mobil juga dapat memberi dampak negatif, di negeri ini masih banyak orang miskin banyak orang yang tidak mampu untuk membeli mobil atau membeli mobil bagus. Perbedaan kelas-kelas sosial tersebut bisa menjadi dampak yang tidak baik yang bisa melahirkan kekacauan dan tindak kriminal, banyaknya pencurian mobil, pembunuhan dan perampasan pada pemilik mobil adalah akibat dari kecemburuan sosial yang ada disekitar kehidupan bermasyarakat.
Adapun menurut sumber lain, dampak negative dari mobil adalah:
1.    Jika kepemilikan tidak dibatasi maka akan menimbulkan kemacetan dan kebisingan
2.     Semakin banyak kendaraan bermotor akan menyebabkan polusi udara
3.    Polusi udara yang ditimbulkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Dalam jangka pendek, maka akan menimbulkan gangguan saluran pernafasan seperti batuk, asma, iritasi penglihatan, kerusakan organ paru- paru, dan lain- lain. Sedangkan dalam jangka panjang akan menimbulkan penurunan daya refleks dan visual
4.    Gas buang dari kendaraan bermotor akan menimbulkan efek rumah kaca yang membuat bumi makin terasa panas
5.    Kemacetan yang terjadi akan membuat kerugian finansial dan kerugian waktu
6.    Kebisingan yang ditimbulkan dalam jangka pendek akan membuat orang stress dan dalam jangka panjang akan menyebabkan gangguan pendengaran
7.    Masyarakat semakin malas untuk bergerak, akibatnya aduhh berat badanku kok gak turu- turun
8.    Kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas meningkat
9.    Pemborosan penggunaan bahan bakar

F. Solusi dari Dampak Negatif Mobil
            Seperti yang dijelaskan di atas, banyak dampak negative yang ditimbulkan dari keberadaan mobil. Oleh karena itu, solusi yang dapat ditempuh antara lain:
1.    Penggunaan kembali kendaraan umum. Mungkin sebagian orang kurang merasa nyaman naik kendaraan umum karena masalah keamanan dan akses. Ini yang menjadi PR pemerintah yaitu meningkatkan keamanan fasilitas umum dan memperluas akses kendaraan umum
2.    Pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi dan pengaturan sistematika penjualan kendaran pribadi
3.    Penyediaan fasilitas pejalan kaki berupa trotoar dan penyebrangan yang nyaman dan aman
4.    Penyediaan jalur sepeda kayuh yang nyaman dan aman
5.    Mengurangi jumlah perjalanan dengan manajemen transportasi